Laras Svara Moments: A Collaborator Where Echoes Become One


Konser tahunan PSMT Undip, Engineering in Harmony (EIH) kembali digelar tahun ini dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Melalui tajuk “Laras Svara: Emotional Journey and Destiny”, konser ini mengusung semangat kolaborasi, menghadirkan pertemuan antara PSMT Undip dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) lainnya untuk menciptakan musik yang lebih kaya. Upaya ini menjadi langkah baru yang membuka ruang perjumpaan, sekaligus memperluas relasi antara para pelaku paduan suara. Dengan kolaborasi ini juga memberi kesempatan bagi setiap pihak untuk saling melihat proses kreatif masing-masing dari sudut pandang yang lebih dekat.

Proses menuju terwujudnya konser ini bukanlah perjalanan yang singkat dari segi usaha, meski kalender menunjukkan sebaliknya. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan, rangkaian latihan intensif dijalankan bersama para kolaborator. Setiap sesi latihan tidak hanya diisi oleh pematangan materi, tetapi juga oleh proses adaptasi, mengenal karakter suara, kebiasaan dalam bernyanyi bersama, serta ritme kerja yang berbeda-beda. Dinamika yang muncul sepanjang persiapan membuat setiap pertemuan terasa penuh tantangan, namun sekaligus memperlihatkan bagaimana kerja sama perlahan terbentuk dari hal-hal kecil yang sering tidak terlihat atau diperhatikan di permukaan.

“Jujur, ikut EIH was one of the best choice yang aku pilih tahun ini sekaligus one of my core memories. Seluruh rangkaian EIH kemarin itu sangatlah seru dan memorable buat aku. Senang banget bisa kenalan dan juga latihan bareng temen-temen dari PSMT Undip dan PSM-PSM yang lainnya. Super happy juga karena dalam waktu yang singkat itu aku dapet banyak ilmu yang membuat aku juga bisa berkembang.”, terang Isa, salah satu singer kolaborator dari Psychovocalista. “Jujur aku juga terharu, karena banyak dari kakak-kakak dan temen-temen PSMT Undip yang udah welcome dan warm banget ke temen-temen singer eksternal. Intinya, I really enjoyed my time selama rangkaian EIH kemarin. Terima kasih juga untuk kesempatannya ini.”, lanjut Isa.

Kehadiran para kolaborator turut memberikan dukungan yang berarti, penyesuaian demi penyesuaian dilakukan di berbagai sisi, dari segi vokal maupun semangat yang dibawakan, sehingga setiap elemennya dapat menyatu dalam bingkai konser kolaboratif ini.

Walaupun jalan menuju hari konser diwarnai dengan tantangan dan perubahan kecil yang muncul di sepanjang proses, seluruh upaya tersebut akhirnya mengantarkan konser ini pada pelaksanaan yang lancar. “Laras Svara” tidak hanya menjadi acara konser tahunan, tetapi juga menjadi penanda bahwa kolaborasi dapat melahirkan harmoni yang lebih luas dan resonansi yang lebih dalam. Pertemuan suara dari berbagai latar belakang berhasil membentuk satu kesatuan yang mengisi panggung malam itu dengan kehangatan, ketulusan, dan energi bersama yang terasa nyata. “Sangat puas dan senang dengan hasil akhir konser EIH kali ini. Mengingat ini adalah konser kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, konser ini bukan hanya sukses dari segi pertunjukkan, tetapi juga berhasil memperluas jaringan dan relasi beberapa paduan suara di Semarang. Karena utamanya, esensi dari konser ini adalah menjalin kebersamaan dan mempererat koneksi antar komunitas paduan suara, dan itu tercapai dengan baik. Oleh karena itu, rasanya tidak ada hal yang harus disesali, karena hasilnya sudah sesuai harapan, bahkan dapat memberikan banyak nilai lebih.”, ungkap Fahad Errizal, selaku Ketua Engineering in Harmony tahun ini.

Konser ini menjadi bukti bahwa ketika banyak suara berani bertemu dan membuka ruang bagi satu sama lain, sebuah harmoni dapat tercipta. “Laras Svara” pun meninggalkan jejak bahwa kolaborasi bukan hanya soal tampil bersama di panggung, tetapi juga tentang perjalanan panjang yang ditempuh untuk tiba di momen itu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *