Another Milestone! Kilas Balik PSMT Undip Bersinar di Panggung Taipei International Choral Competition 2025


Paduan Suara Mahasiswa Teknik (PSMT) Undip kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Pada tanggal 29 Juli sampai 1 Agustus 2025, tim Aksa Swara Indonesia berkompetisi dalam Taipei International Choral Competition (TICC) di Taipei, Taiwan. Kompetisi ini merupakan ajang musik paduan suara yang diikuti puluhan choir dari berbagai negara di Asia dan Eropa.

Perjalanan menuju TICC dimulai sejak tujuh bulan sebelumnya. Masa persiapan menjadi tantangan tersendiri karena jadwal latihan yang padat dan berbagai target yang harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas. Kesya Nurrahmania, Wakil Ketua Kontingen Aksa Swara Indonesia 2025, menceritakan bahwa sebagian besar tim baru pertama kali mengikuti kompetisi luar negeri. “Tantangan terbesar selama masa persiapan adalah timeline yang padat dan hectic. Banyak hal yang masih asing, tapi berkat bimbingan angkatan sebelumnya akhirnya kami bisa menyesuaikan dan menjalani semuanya dengan baik,” ungkapnya.

Dari sisi musikalitas, Divisi Kepelatihan juga memiliki andil besar dalam mempersiapkan tim. Hazael Indhika Rudianto, selaku Ketua Divisi Kepelatihan, menjelaskan bagaimana ia mendampingi para singer sepanjang proses latihan. “Saya dan teman-teman kepelatihan berusaha menyampaikan materi sama seperti bagaimana Mas Bagus, pelatih kami melatih agar singer terbiasa dengan cara beliau mengajar. Saya juga selalu mengingat detail yang sudah pernah dibahas agar latihan lebih efektif. Terima kasih juga untuk semua Penanggung Jawab  Sub-suara yang sudah membantu kepelatihan tahun ini. Terima kasih juga untuk semua singer Aksa Swara Indonesia 2025 karena sudah mempercayai saya sebagai Kepala Divisi Kepelatihan tahun ini,” ujarnya. 

Sesampainya di Taipei, tantangan tidak langsung hilang. Mobilitas menggunakan transportasi umum menjadi pengalaman baru bagi para singer yang harus disiplin waktu agar tidak mengganggu jadwal tampil. “Kami harus sangat disiplin waktu. Kalau telat sedikit bisa menunggu lama atau harus pindah halte. Selain itu kami juga harus berjalan cukup jauh sebelum tampil, jadi kondisi fisik dan mood harus dijaga,” tambah Kesya.

Meski menghadapi berbagai kendala, seluruh proses terbayar ketika PSMT Undip tampil di panggung TICC. Dengan venue yang megah, suasana kompetisi internasional, dan kehadiran berbagai choir dunia, pengalaman tampil menjadi momen yang tidak terlupakan.

Kerja keras mereka membuahkan hasil membanggakan. PSMT Undip berhasil meraih Winner untuk Contemporary Music Category, Silver Award untuk Youth Choir Category, dan 3rd Place untuk Ethnic Music Category. Mereka juga menjadi Grand Prix Finalist dan menerima penghargaan Outstanding Performance of Contemporary Music untuk lagu ‘Daluyong’ Composed by Ily Matthew M.

Ketua Kontingen Aksa Swara Indonesia 2025, Queencyla Anggika Zahra, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim. “Sangat senang bisa tampil di panggung Grand Prix. Lawannya kuat dari berbagai negara, tapi kami percaya diri karena sudah berlatih sangat keras. Harapan saya semoga PSMT bisa terus berkembang dan mengharumkan nama Teknik, Undip, dan Indonesia di kancah dunia,” ujarnya.

Hazael juga menambahkan bahwa meski ada sedikit rasa kecewa karena tidak meraih Grand Champion, ia tetap bangga melihat perkembangan besar para singer. “Saya puas karena banyak teman teman baru yang ikut lomba ini sudah berkembang, baik musikalitas maupun non musikalitas. Dan secara tim, saya sangat puas karena kita bisa bertumbuh bersama.”

Dengan seluruh proses yang telah dilalui, keikutsertaan PSMT Undip di Taipei International Choral Competition 2025 tidak hanya meninggalkan deretan prestasi, tetapi juga pengalaman berharga yang mempererat kekompakan tim. Perjalanan ini menjadi fondasi penting untuk melangkah ke kompetisi berikutnya dan terus menghadirkan kebanggaan bagi Fakultas Teknik Undip.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *