
Paduan Suara Mahasiswa Teknik (PSMT) Undip kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang 10th Satya Dharma Gita International Choir Festival 2025 (SDGICF) yang digelar pada 9–13 September 2025 di Gedung Kesenian Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh, Semarang. Festival bergengsi yang tahun ini resmi berstatus internasional tersebut mempertemukan ratusan peserta dari dalam dan luar negeri. Pada kompetisi ini, PSMT Undip berhasil meraih Winner untuk kategori Popular Song, 2nd Runner Up untuk kategori Religion Song, 2nd Runner Up untuk Mixed Choir, serta kembali tampil di babak Grand Prix dan menutup kompetisi dengan meraih 2nd Runner Up of Grand Champion.
Persiapan menuju 10th SDGICF menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Waktu efektif yang sangat singkat, yakni sekitar dua bulan, membuat seluruh proses berjalan cukup padat. Ketua Kontingen, Queencyla Anggika Zahra, menceritakan hal tersebut. “Pada masa persiapan 10th SDGICF, tantangannya cukup banyak, baik dari sisi kepanitiaan maupun musikalitas. Waktu yang kami miliki tidak banyak, hanya sekitar dua bulan, terutama karena kami baru menyelesaikan kompetisi TICC di awal Agustus. Kami tetap melanjutkan persiapan 10th SDGICF, dan tantangan terbesar justru ada di persiapan Konser Pra-Kompetisi 10th SDGICF yang hanya kurang dari satu bulan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa intensitas latihan meningkat drastis menjelang hari-H. “Saat diingat, masa itu benar-benar padat karena selama liburan kami latihan hampir setiap hari untuk mengejar koreografi dan musikalitas. Tetapi saya sangat senang karena mental dan semangat tim benar-benar kuat untuk meraih juara, ditambah Mas Bagus yang sangat optimis dengan tim kami.”
Dari sisi pelaksanaan lomba, Queencyla mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. “Menurut saya, kepanitiaan saat itu cukup aman. Namun tantangan terbesarnya adalah menyiapkan mental para singer Aksa Swara Indonesia 2025, terutama adik-adik yang baru pertama kali menjadi bagian dari tim lomba. Tetapi ternyata tim kami sudah sangat siap dan berhasil menjalani tiga kategori dengan lancar. Mulai dari olahraga, makeup, latihan, sampai tampil di atas panggung, semuanya berjalan sesuai rencana,” lanjutnya. Ia juga menuturkan bagaimana tim menikmati momen tampil di babak Grand Prix. “Saat tampil di Grand Prix, tim kami benar-benar menikmati prosesnya. Dan alhamdulillah, kami kembali diberi kesempatan untuk masuk Grand Prix dan akhirnya meraih 2nd Runner Up of 10th SDGICF 2025.”

Selain tim mixed, perjalanan tim female choir pada kategori Religion Song juga menjadi bagian penting dari keikutsertaan PSMT Undip tahun ini. Bernike Yunita, salah satu singer alto angkatan 2022, membagikan pengalamannya. “Saya merasa sangat senang dan bangga karena diberi kesempatan serta kepercayaan untuk berdinamika bersama tim female. Ada tantangan tersendiri karena kami harus membangun chemistry serta menyamakan suara dan pikiran. Namun justru dari proses itu saya merasakan serunya saling menguatkan, saling belajar, dan tumbuh bersama. Di balik rasa lelah dan tekanan, saya bangga bisa menjadi bagian dari kembalinya tim female di 10th SDGICF tahun ini,” ungkapnya.
Bernike juga menuturkan hal yang paling ia syukuri selama proses tersebut. “Hal yang paling saya syukuri adalah kesempatan untuk bertumbuh, baik secara musikalitas maupun non-musikalitas. Proses yang saya jalani bersama tim ini mengajarkan tanggung jawab, kerja sama, dan terutama kebersamaan. Saya sangat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang hebat yang saling mendukung satu sama lain, mulai dari latihan hingga hari kompetisi. Pengalaman ini bukan hanya tentang tampil, tetapi tentang perjalanan, pengorbanan, dan kenangan berharga yang akan selalu saya ingat.”
Dengan segala tantangan dan capaian yang diraih, keikutsertaan PSMT Undip dalam SDGICF 2025 menjadi bukti komitmen dan kerja keras seluruh anggotanya. Queencyla menutup dengan harapan besar untuk masa depan Aksa Swara Indonesia. “Saya berharap segala tantangan yang kami hadapi bersama dapat menjadi pelajaran dan memberikan manfaat. Sampai jumpa di lomba-lomba selanjutnya, team.” Prestasi ini menjadi dorongan bagi PSMT Undip untuk terus berkembang dan menghadirkan kebanggaan bagi Fakultas Teknik dan Universitas Diponegoro.


Leave a Reply